26 Desember 2009

Buka Luwur: Ritual di Kota Muslim yang Tidak Islami


Buka Luwur adalah ritual yang dilakukan oleh masyarakat kudus setiap tanggal 10 Muharram. Yakni luwur (kain kelambu penutup makam Sunan Kudus) dibuka dan diganti dengan luwur yang baru. Mengapa saya katakan tidak islami? Karena ritual itu mengandung berbagai perbuatan yang ditentang agama:

  1. Bukankah setiap tanggal 10 Muharram Rasulullah mengajarkan kepada umat Islam untuk berpuasa? Mengapa justru di Masjid al-Aqsha Kudus malah bagi-bagi nasi bungkus? Mengapa tidak tanggal 11 Muharram saja? Bukankah ini sama saja dengan menentang Rasulullah? Rasul mengajak puasa, tapi mereka mengajak berpesta? Bukan hanya orang Kudus yang datang untuk berpesta. Tapi ribuan orang luar Kudus (bahkan dari luar provinsi Jawa Tengah) juga datang untuk berpesta di sini.
  2. Banyak para pemuda dan pemudi berdesakan untuk mengantri nasi bungkus. Mereka tidak dipisahkan, akhirnya kemaksiatan pun terjadi. Apa hal ini tidak sama dengan kerumunan pemuda-pemudi yang nonton konser musik? Campur aduk tanpa sekat.
  3. Banyak dari pengantri yang justru tidak sholat Subuh hanya untuk mendapatkan nasi bungkus tersebut. Bagaimana bisa ibadah fardhu dikalahkan dengan ritual adat begini?
  4. Banyak dari para pencari Nasi bungkus bukan memakan nasinya tetapi untuk disimpan. Ada yang ditaburkan di sawah dan ladang mereka supaya subur. Ada yang digantungkan di dalam rumah. Mungkin hanya saya (dulu waktu masih berumur sembilan tahun) yang makan nasi tersebut. Bukankah fungsi nasi adalah untuk dimakan? Apakah ini tidak berarti mereka lebih percaya kepada nasi daripada percaya kepada Alloh?
Sudah semestinya masyarakat Kudus menjalankan syariat agama tanpa diliputi dengan syirik dan khurafat. Syukurlah dulu orang Kudus tidak ada yang berani menyembelih sapi. Tapi sekarang sudah banyak masyarakat yang sadar dan akhirnya mau menyembelih sapi. Saya ingat betul, yang pertama kali menyembelih sapi adalah almarhum bapak saya yakni di SMA Muhammadiyah Kudus. Tapi masih banyak adat Kudus yang melanggar syari’at, diantaranya tentang buka luwur di atas. Ayo modifikasi, biar tidak melanggar syari’at! Para Kyai, semua ada di tanganmu. Karena kebanyakan orang Kudus lebih taat pada Kyai daripada taat sama Alloh dan Rasul! (GuruGO.blogspot.com).

Rahasia Kata Thoyyibah Laa Ilaaha Illa Alloh

Kita seringkali terkecoh dengan penerjemahan istilah dari Nabi tersebut. Nabi mengatakan bahwa Laa Ilaaha Illa Alloh adalah "Kalimatut thoyyibah". Lalu mengapa orang-orang Indonesia mengartikan dengan "kalimat thoyyibah"? Bukankah seharusnya diartikan dengan "kata thoyyibah"? Bukankah kata kalimah dalam bahasa Arab jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia berarti "kata"? Sedangkan kata kalam dalam Bahasa Arab diartikan sebagai "kalimat"?

Bukan sembarangan Rasulullah mengatakan Laa Ilaaha Illa Alloh sebagai kata bukan kalimat. Mengapa Rasul tidak mengatakan sebagai kalamut thoyyibah? Bukankah lafal tersebut terdiri dari beberapa kata? Paling tidak ada 4 kata? Setelah saya pikir-pikir mungkin begini maksud ucapan rasul:

Sebuah kata tidak akan bisa bermakna jika ia dipenggal dari penyusunnya, dalam hal ini huruf. Katakanlah ada kata "berlari", maka kata itu tidak akan memiliki arti jika ia dipisah dari penyusunnya: B, E, R, L, dan seterusnya. Begitu pula kata Laa Ilaaha Illa Alloh. Penyebutan lafal tersebut sebagai kata (bukan sebagai kalimat) mengandung arti supaya lafal tersebut tidak dipisah-pisah dari penyusunnya, yakni Laa, Ilaaha, Illa dan Alloh. Jadi ia merupakan satu kata tersendiri.

Contoh yang lain adalah sebagaimana hadits Rasulullah:

كَلِمَتَانِ حَبِيْبَتَانِ إِلىَ الرَّحْمَنِ خَفِيْفَتَانِ عَلىَ اللِّسَانِ ثَقِيْلَتَانِ فِي الْمِيْزَانِ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ اْلعَظِيْمِ

Artinya: “Dua kata yang dicintai oleh Alloh ar-Rahman, ringan di lidah (pengucapan), dan berat di timbangan (di akherat kelak) adalah kata subhanallah wa bihamdih subhanallahil adhim”.

Mengapa dalam hadits tersebut dikatakan kalimataani? Dua kata? Mengapa tidak Kalamaani? Dua kalimat? Jawabannya sama dengan penyebutan lafal Laa Ilaaha Illa Alloh di atas. Yakni lafal tersebut adalah kata yang tidak bisa dipisah-pisahkan dari penyusunnya. Wallahu a’lam. (guruGO.blogspot.com)

25 Desember 2009

Puasa Sunnah yang Makin Ditinggalkan

Ada puasa yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW yang makin ditinggalkan oleh ummatnya, yakni puasa pada bulan Muharram atau yang dikenal luas dengan sebutan puasa Asyura'. Pada tiap tanggal 10 Muharram Rasulullah SAW melaksanakan puasa sunnah. Mengapa tanggal 10 Muharram? Karena pada tanggal inilah terjadi peristiwa-peristiwa besar. Diantaranya ialah: Mendaratnya kapal Nabi Nuh setelah berlayar di atas banjir dunia, keluarnya Nabi Yunus dari perut ikan, sembuhnya sakit yang diderita oleh Nabi Ayyub selama 7 tahun lamanya, tenggelamnya Raja Fir'aun di laut merah, selamatnya Nabi Ibrahim dari api Namrud.

Jadi tanggal 10 Muharram adalah tanggal yang penting bagi umat Islam. Sebab pada tanggal itu terjadi banyak peristiwa penting. Oleh karena itu Rasulullah mensunnahkan bagi kita untuk berpuasa. Akan tetapi ternyata orang-orang Yahudi juga melaksanakan puasa pada tanggal itu. Akhirnya Rasulullah ber-azzam pada tahun berikutnya beliau akan puasa mulai tanggal 9. Dan garis takdir berbicara lain, sebelum Rasulullah melaksanakan azzamnya itu, beliau sudah dipanggil Alloh SWT. Jadi kesunnahan berpuasa bagi umat Islam menjadi dua hari, yakni tanggal 9 dan 10 Muharram.

Lalu apa pahala yang akan kita dapatkan jika kita berpuasa di tanggal tersebut? Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah saw ditanya tentang puasa ‘Asyura, maka beliau bersabda, “Ia menghapuskan dosa setahun yang telah lalu.” (HR Muslim)

Pentingnya Puasa
Ummul Mu’minin ‘Aisyah ra berkata, “Bala’ pertama kali menimpa bagi umat ini sepeninggal Nabinya adalah kekenyangan, karena sesungguhnya kaum ketika kenyang perut mereka badan mereka menjadi gemuk, kemudian hati mereka melemah dan syahwat mereka bergejolak.” (Disebutkan oleh Al Mundziri dalam At Targhib wat Tarhib).
Umar bin Khathab ra berkata, “Jauhilah olehmu kenyang dalam makan dan minum karena itu merusak tubuh, mendatangkan penyakit, membuat malas dari mengerjakan shalat dan kalian harus sederhana dalam makan dan minum. Karena itu lebih sesuai bagi tubuh dan lebih jauh dari melampaui batas, dan sesungguhnya Allah Ta’ala membenci rahib (ahli agama) yang gemuk dan sesungguhnya seseorang tidak akan rusak sehingga dia mengutamakan syahwatnya atas agamanya.”


Kalau kita perhatikan kegemaran umat Islam untuk menggelembungkan perut ini semakin menggejala saja. Dulu ada seorang ikhwah yang rutin puasa daud. Setelah bertahun-tahun tidak berinteraksi, tiba-tiba setelah bertemu, tubuhnya sudah kuru (kurugan daging) alias gemuk. Padahal ibadah puasa adalah ibadah para Nabi. Lalu mengapa ibadah itu semakin langka dilaksanakan oleh kita umat Islam? Bukankah dua hal yang paling berbahaya jika tidak dikendalikan adalah masalah perut dan bawah perut?
Ayo bersama-sama menjalankan puasa! Bersama Kita Bisa!!!

19 Desember 2009

Filosofi KISS (Keep It Simple Stupid)

Dalam kehidupan sehari-hari, hendaknya kita mencari cara terbaik untuk memecahkan setiap masalah yang terjadi. Tetapi, saat menghadapi suatu masalah, kita seringkali terkecoh. Walaupun masalah tersebut terpecahkan, pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien, tetapi justru semakin rumit.

Mari kita coba melihatnya dalam kasus berikut ini :

  1. Kasus kotak sabun yang kosong terjadi di salah satu perusahaan kosmetik. Keluhan dari seorang pelanggan mengatakan bahwa ia telah membeli sabun yang ternyata kosong. Dengan segera, para pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas memindahkan semua kotak sabun yang telah di-pak ke departemen pengiriman. Tim manajemen ini meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera para teknisi bekerja keras untuk membuat mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh 2 orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dengan cepat, dan biaya yang dikeluarkan pun tidaklah sedikit.

    Namun pada saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit. Ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. I menyalahkan kipas angin tersebut, dan kipas tersebut akan meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan.
  2. Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol karena tinta pulpen tersebut tidak akan mengalir ke mata pena. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal, dan dalam derajat temperatur, mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat celcius. Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia? Mereka menggunakan pensil!!
  3. Suatu hari, seorang pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa bahwa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Sang pemilik apartemen mengundang sejumlah pakar untuk memecahkan masalah tersebut. Seorang pakar menyarankan agar menambah sejumlah lift. Pakar kedua meminta pemilik untuk mengganti lift dengan yang lebih cepat dengan asumsi bahwa semakin cepat lift, orang yang terlayani akan banyak. Kedua saran tersebut tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Namun, pakar ketiga hanya menyarankan satu hal bahwa inti dari komplain pelanggan adalah mereka merasa menunggu terlalu lama. Pakar tadi hanya menyarankan kepada sang pemilik apartemen untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, supaya perhatian para pelanggan teralihkan dari pekerjaan "menunggu" agar merasa "tidak menunggu lift". It works!!
    RENUNGAN

    Filosofi KISS (Keep It Simple Stupid) adalah selalu mencari solusi yang sederhana, bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah untuk menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Dengan demikian, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada fokus pada masalah. Jika kita melihat pada apa yang tidak kita miliki di dalam hidup, kita tidak memiliki apa-apa. Namun jika kita melihat pada apa yang ada di tangan kita, kita memiliki segalanya.

NB: Postingan diambil dari group di Motivasi di account Facebook saya. Semoga bermanfaat!

02 Desember 2009

Kalau Dokter Boleh Mengeluh

Tulisan ini saya dapatkan dari group cerita motivasi di facebook. Ada baiknya saya postingkan di sini supaya kita semua sadar tentang hal ini.


“I solemnly pledge myself to consecrate my life to the service of humanity”


Sebelumnya, saya sampaikan dukungan sepenuhnya kepada Ibu Prita Mulyasari dan keberadaan Cause ini, semoga dapat memberikan wacana yang menarik perhatian, juga tindakan, dari para pengguna Facebook maupun pihak yang berwenang, terhadap satu dari sekian banyak kasus sengketa yang marak terjadi mengenai layanan kesehatan Indonesia, baik yang mengemuka maupun yang tak terpublikasikan. Perkenankanlah saya sedikit beropini, berdasarkan dari kacamata sempit sebagai seorang dokter yg saya alami.


Saya seorang dokter. Dilantik dan mengucapkan Sumpah Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tahun 2007. Baru sepersekian detik memang pengalaman saya bila dibanding ratusan ribu sejawat senior di Indonesia. Dan baru sepersekian detik itu pulalah saya melangkah dalam sebuah hubungan suci antara dokter dengan pasien. Ya, hubungan dokter dengan pasien adalah hubungan suci antara manusia yang membutuhkan pertolongan dengan manusia pemberi tolong, bukan transaksi ataupun jual beli, itulah setidaknya yang diajarkan kepada saya selama kuliah.


Namun sepersekian detik itulah mata saya terbuka, bahwa dunia layanan kesehatan yang baru saya masuki ini tidaklah seindah teori yg terajarkan. Bilamana masyarakat awam menikmati satu-dua kasus sengketa layanan kesehatan (yg kemudian dgn mudahnya memberikan salah-julukan “malpraktek”) melalui publikasi media harian — kami menghadapi dan berjalan di titian sempitnya puluhan kali dalam sehari. Titian yg kuat lemahnya terbangun saat kami menjalani pendidikan, dan sedikit-demi-sedikit tergerus pengaruh sistem dan lingkungan, juga kebutuhan materi untuk penghidupan.


Pembaca yg terhormat, apa yg anda pikirkan ketika anda sakit dan datang ke dokter? berapa banyak dari anda yg berpikir bahwa dokter adalah layanan penjual jasa? layaknya bengkel, penjual pulsa, penjual gado-gado? dimana anda mengatakan apa yg anda butuhkan, kemudian dokter memberikan apa yg anda butuhkan, kemudian anda membayar, kemudian anda pulang dgn kebutuhan yg telah terpenuhi?


Itulah sistem yg telah terbentuk dan kita jalani saat ini. Sistem telah menempatkan dokter (juga dokter gigi, perawat dkk) sebagai layanan penjual jasa. Jual-Beli! transaksi antara penjual dan pembeli. Berbanggalah, Indonesia hanya satu penjiplak sistem transaksional yg (agak kurang) sukses. Lihatlah negara tetangga kita Singapura yang luar biasa sukses, atau cetak birunya di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.


Dengan adopsi pola sistem jual-beli jasa kesehatan, maka dokter dicetak sebagai alat penjual jasa (baca= mesin). Penjual jasa yg sukses cenderung dinilai berdasar cakupan konsumen, kepuasan konsumen terhadap layanan, dan tentunya keuntungan yang diterima oleh penjual layanan tersebut. Berapa banyak dari anda yang berpikir bahwa dokter yg bagus adalah dokter yg pasiennya banyak, pasiennya banyak yg sembuh dan pulang dengan bahagia (setimpal dengan bayaran yg diberikan), dan dokternya menghasilkan banyak uang dari apa yg dikerjakannya? berapa banyak dari anda yg berpikir bahwa semakin terkenal dan megah RS semakin baik pula angka kesembuhannya? berapa banyak dari anda yg berpikir bahwa berobat ke RS di negara tetangga lebih menjanjikan kesembuhan, setimpal dengan harganya yang menawan? berapa banyak dari anda yang berpikir bahwa dokter asing lebih berkualitas dari dokter Indonesia (seperti alat elektronik saja ya)? berapa banyak dari anda yang berpikir dokter spesialis lebih pandai dari dokter umum biasa?


Lalu apa yg terjadi bila seandainya layanan itu mengecewakan? tak memberi kesembuhan justru kesakitan? sudah dibayar, bukannya sembuh malah tambah penyakit. Sistem transaksional yg dianut tersebut memberi peluang tuntutan kesalahan yang berujung pada permintaan pemberian ganti rugi materi bukan?. Maaf bila dramatisir dari saya membuat dokter benar-benar mirip bengkel motor, “garansi 3 hari, bila rusak berlanjut kami akan mengganti”. Anda tidak salah, pembaca yg budiman. Sistemlah yang cenderung menyusun sudut pandang sebagian dari anda menjadi sudut pandang seorang konsumen. Dan itu dibenarkan dengan hukum dan perundangan yang berlaku.


Rupanya sistem tersebut tidak hanya membentuk pasien menjadi bercara pandang konsumen yang membeli suatu layanan. Sistem layanan penjual jasa kesehatan tersebut juga berpengaruh terhadapi DOKTER dan para pemberi jasa kemanusiaan pula. Sadarilah bahwa dokter dan penyedia layanan kesehatan (klinik, RS) telah memposisikan diri mereka sebagai penjual. Orientasi beranjak dari kemanusiaan menjadi BISNIS.


Lihatlah berapa banyak dokter, klinik dan RS yang berupaya menjaring pasien sebanyak-banyaknya. Tebar iklan di mana-mana. Seandainya papan nama praktek dokter tak ada aturan ukurannya, pastilah di jalan-jalan kota anda penuh dengan baliho bertulis nama dan alamat dokter seisi kota. Seperti hanya RS-RS di negara tetangga yang jor-joran promosi di kantor-kantor para pengusaha.


Lihatlah berapa banyak dokter, klinik dan RS yang berupaya memberikan layanan luar biasa mewah bagaikan istana, fasilitas hotel bintang lima, memberi nama dengan embel-embel “internasional” yg membahana, melengkapi peralatan penunjang diagnosis dengan kecanggihan luar biasa, agar pasien tertarik untuk periksa di sana. Semakin banyak pasien semakin lancar uang mengalir di bisnis kerumahsakitan.


Lihatlah berapa banyak dokter, klinik dan RS yang berupaya mentarget angka kesembuhan dengan menghalalkan segala cara. Melacak diagnosis mengandalkan aneka pemeriksaan laboratorium yang merajalela tak berguna, padahal hanya demam dan varicella biasa. Justru pasien malah merasa bangga, dokternya memeriksa banyak parameter laboratorium karena teliti. Karena teliti atau tidak terampil memeriksa dan takut salah diagnosis? defensive medicine berkembang mengikuti pola di Amerika. Lagipula, dokter cenderung TAKUT PASIEN TIDAK MERASA SEMBUH DAN TIDAK KEMBALI, sehingga membombardir dengan segepok obat plus antibiotik, padahal jelas-jelas infeksi viral. Ketahuilah juga bahwa 90% penyakit selesai di level dokter keluarga, hanya dengan sedikit obat simptomatik ringan, ramah tamah komunikasi-edukasi, dan rawat rumah dengan istirahat-nutrisi yang cukup! — menurut pendapat saya termasuk kecurigaan demam pada Ibu Prita Mulyasari (ilustrasi pendekatan berdasar surat pembaca beliau yg dimuat).


Lihatlah berapa banyak dokter, klinik dan RS yang berupaya mencari untung sebesar-besarnya. Berapa banyak dari anda yang setiap kali ke dokter selalu diberikan obat bermerek nan mahal? atau justru anda yg meminta karena menurut anda yg bermerek dan mahal itu lebih baik? tentu saja anda akan membuat para dokter, termasuk saya, sangaat-sangaaat berbahagia! karena bila kami menjual obat paten banyaak, maka fee-peresepan dari perusahaan itu juga banyaak! bahagialah kami. Berapa banyak kerabat anda bangga ketika dilakukan operasi? atau justru minta dioperasi ketika patah tulang? padahal biaya pembelian plate/pen platina kami lipatkan 4x dari harga distributor, plus kami mendapat uang jasa medik operasi, padahal patah tulang tersebut sebenarnya cukup direposisi dan immobilisasi dengan plaster-cast (gips) sederhana?. Berapa banyak kerabat anda yang merasa telah menjalani operasi pengangkatan appendiks (usus buntu) dengan sukses? padahal berdasar hasil pemeriksaan patologi anatomi dari jaringan usus buntu tersebut ternyata hanya radang ringan biasa, yang tidak butuh dioperasi?


— anda hanya tidak tahu saja, seandainya kami membukukan berbagai jenis kecurangan dapat yang kami lakukan pada anda, mungkin akan lebih tebal daripada kamus besar Bahasa Indonesia; karena kebanyakan dari anda justru bangga ketika kami curangi — canda


Lihatlah bagaimana Pemerintah memperlakukan dokter dan pasien layaknya konsumen dan produsen?. Dokter dicetak sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan kualitas, semata demi mengejar rasio jumlah dokter dengan jumlah penduduk. Pendidikan kedokteran beralih dari institusi suci pendidik menjadi lahan bisnis. Cobalah anda bertanya, lebih mudah mana sekarang masuk ke Fakultas Kedokteran dengan ujian atau membayar sumbangan? ketahuilah, lebih mudah untuk menjadi dokter bila orangtua anda kaya. IDI mencoba memberlakukan Surat Tanda Registrasi dan kewajiban ujian untuk menyaring kualitas lulusan dokter yang tercetak; tapi apa yang terjadi — soal ujian yang terlalu gampang dengan passing grade yang terlalu rendah untuk mengakomodir “mereka yang masuk Fakultas Kedokteran bukan karena kepandaian otak!”. Bullshit! (maaf) makin banyak dokter goblok berkeliaran. Dapatkah anda wahai para pasien membedakan mana dokter penjahat dan mana dokter yg lurus benar?


BAGAIMANAKAH POSISI DOKTER-PASIEN YANG DIAJARKAN (setidaknya kepada saya)


Saya bukanlah dokter yang merasa paling suci dan paling benar, saya telah banyak melakukan kesalahan. Saya juga dokter yang bodoh, bukanlah dokter dengan IP cumlaude untuk mengingat secara detil kuliah etika kedokteran yang diajarkan sejak semester satu dan selalu diulang-ulang hingga saya lulus. Setidaknya yang saya ingat akan saya gambarkan sebagai ilustrasi gampang berikut:

Adakah teman sepermainan anda sejak SD yang menjadi dokter? bilamana anda bertemu dengannya? Ya, hubungan dokter dengan pasien adalah hubungan sahabat. Sahabat yang sedang sakit meminta tolong sahabat lain yang dapat mengobati sakitnya. Hubungannya adalah SAKRAL, dimana sang sakit menyerahkan segenap raganya untuk diperlakukan sedemikian rupa oleh penyembuh. SAKRAL karena sang sakit dengan sendirinya MEMILIH kepada siapa raganya DIPERCAYAKAN. SAKRAL karena sang penyembuh MAU DAN MAMPU menerima kepercayaan dari sang sakit.

Atas landasan itikad percaya satu sama lain, dokter dan pasien menjalin hubungan. Bukan berdasar atas siapa melayani siapa, siapa pembeli dan siapa penjual. Dengan adopsi pola hubungan konsumen-penyedia jasa tersebut, menurut etika kedokteran, justru merendahkan martabat pasien sebagai obyek, sebagai benda, sebagai motor bila itu bengkel.

Kesepakatan untuk mengobati HANYA BOLEH DILAKUKAN bila dokter dan pasien sudah terikat percaya satu sama lain. Oleh karena itu, jalinan komunikasi harus terbentuk SEBELUM proses pemeriksaan dan terapi dilakukan. Maka dari itu, kenalilah doktermu terlebih dahulu (bagi pasien) dan kenalilah dulu pasienmu (bagi dokter), lalu jalinlah hubungan, jalin kepercayaan. Kesepakatan-kepercayaan inilah dasar vital bagi berlangsungnya etika kedokteran dengan baik. Kenyataannya di lapangan? sudahkah anda melakukannya? ini adalah dasar lhoo… kok mau-maunya anda menyerahkan hidup anda pada orang yang anda tidak percaya? bahkan anda tidak kenal? bagaimana kalau ternyata yang anda berikan kepercayaan hidup anda itu maling pemburu harta belaka? bagaimana anda tahu dia maling? cuma gara-gara RS megah dan canggih ala negara tetangga lalu anda percaya mereka bukan maling? konon maling sekarang perlente lhoo… mau-maunya ditipu.

Itikad kepercayaan dan etika kedokteran, sebenarnya sudah ada jauuh sebelum UU Praktek Kedokteran kita disahkan. Pada hakikatnya, ia seharusnya sudah lebur ke dalam jiwa setiap penyelia jasa kemanusiaan. Ketika ijab-kabul kepercayaan itu terjadi, etika kedokteran jauh lebih dapat dilaksanakan daripada berdasar tansaksi jual-beli, karena pelaksanaan etika kedokteran yang benar butuh hubungan sangat mendalam antara dokter pasien. Coba lihat cuplikan populer mengenai etika medis yang penjelasan panjangnya anda dapat temukan dengan mudahnya di situs terkenal http://en.wikipedia.org/wiki/Medical_ethics



* Autonomy - the patient has the right to refuse or choose their treatment. (Voluntas aegroti suprema lex.)
* Beneficence - a practitioner should act in the best interest of the patient. (Salus aegroti suprema lex.)
* Non-maleficence - “first, do no harm” (primum non nocere).
* Justice - concerns the distribution of scarce health resources, and the decision of who gets what treatment (fairness and equality).
* Dignity - the patient (and the person treating the patient) have the right to dignity.
* Truthfulness and honesty - the concept of informed consent

dapatkah mereka terlaksana tanpa hubungan saling percaya yang harmonis antara dokter dengan pasien?

Hubungan dokter dan pasien hanya dan hanya akan tercipta bila 6 asas tersebut terpenuhi. Bila satu saja dari asas tersebut tidak terlaksana, maka yg pasti hubungan tersebut tidak layak disebut sebagai hubungan antara dokter dan pasien. Sebagai contoh, dalam kasus Ibu Prita Mulyasari, sudahkah 6 asas tersebut terlaksana? sudahkah hubungan antara dokter dgn Ibu Prita layak disebut hubungan dokter pasien? adakah diawali dengan deal saling percaya antara dokter dan pasien? (yang ada adalah Ibu Prita menduga bahwa RS ybs “tampaknya” layak dipercaya, sedangkan RS tersebut menerima pasien “seperti biasa”: sebagai pembeli jasa). Dalam kasus Ibu Prita Mulyasari, kalau boleh saya lancang, saya akan menamakannya hubungan pedagang dengan pembeli (biasanya pembeli yang banyak menuntut ke pedagang, yang ini justru pedagang menuntut pembeli karena pencemaran nama baik, yang dapat mengakibatkan dagangannya mungkin tidak laku), bukan hubungan antara dokter dengan pasien.

Kepercayaan diawali dengan kenal tidaknya kita dengan sesuatu yg akan kita berikan kepercayaan. Kendala yg dihadapi di negara kita adalah pasien sama sekali tidak mengenal siapa yg diberikannya kepercayaan, dunia seperti apa tempat ia sandarkan sepenuhnya dirinya. Pasien yang buta terhadap dunia medis selalu berjumlah jauh lebih banyak daripada yg melek, terlebih di negara kita. Keterbatasan akses informasi, stigma kedewaan dokter dan RS (always work in unknown ways), strata ekonomi yang lemah, kondisi sosial dan budaya, menyebabkan rendahnya pula kesadaran masyarakat untuk mempelajari seluk beluk dunia medis. Ilmu medis dianggap ilmunya dokter saja, si penyembuh serba bisa. Inilah yang menyebabkan msyarakat cenderung “pasrah bongkokan” kepada dokter, menyerahkan nasib sepenuhnya pada siapapun dokternya, apapun RSnya, apapun tindakannya. Inilah penyebab fenomena gunung es “kejahatan dan kesalahan medis” : yang masyarakat tahu dan permasalahkan hanya ujung mungilnya saja, sebagian besarnya yang terletak di bawah permukaan air masyarakat tak pernah tahu, hanya dokter yang tahu. Dan banyak dokter yang bukannya membantu menjadi penyedia akses informasi, namun justru menjadikan keawaman pasien ini sebagai lahan mencari untung. Tahukah anda, 90% kasus ISPA disebabkan karena virus, tidak perlu terapi antibiotik? banyak dokter sengaja memberikan antibiotik bukan atas indikasi namun demi fee-peresepan. Tahukah anda bila dokter SENGAJA melakukan terapi tanpa indikasi ia dapat dituntut malpraktek (pure malpractice)?

Bila tak tahu atau tak mau tahu dengan dunia medis, rasa percayapun tak tersepakati, tentu mustahil untuk mencapai terpenuhinya 6 asas tersebut. Mana mungkin asas autonomy terlaksana bila pasien tak tahu apa yg terjadi pada dirinya dan tindakan medis apa saja yg dpt dilakukan oleh dokter?

Mari kita berandai2, seandainya hubungan antara Ibu Prita dengan dokter dan RS ybs memenuhi 6 asas tersebut. Alangkah mulianya dokter yang memperkenalkan dirinya di depan pasien, mengambil persetujuan pasien atas dirinya sebagai tempat sandaran kepercayaan. Alangkah mulianya seorang dokter yang memberi waktu luang pada orang yang ingin percaya padanya untuk bertanya banyak mengenai kondisi sakitnya. Alangkah mulianya seorang dokter yang menjelaskan segala macam pilihan tindakan dan resikonya sehingga bahkan pasien sendiripun dapat memilih dengan sendirinya tindakan apa yg akan dilakukan pada dirinya. Alangkah mulianya seorang dokter yang jujur memohon maaf dan menjelaskan bahwa diagnosis belum dapat ditegakkan meski segala pemeriksaan telah dilakukan, daripada bersikap maha tahu bagaikan dewa. Alangkah mulianya seorang dokter yang dengan jujur berkata “saya tidak mampu” daripada asal menerka dan beraksi coba-coba. Alangkah mulianya seorang dokter yang tulus memohon maaf karena meskipun telah berusaha dengan segala cara, ia tetap gagal menangani pasiennya. Ya, bagaimanapun dokter adalah manusia, bukanlah sosok sempurna.

… saya pikir, tak perlulah berobat ke RS berlabel Internasional, cukup di Puskesmas desa, bila semua dokter di Indonesia tidak hanya pandai, namun berhati mulia seperti ini. Ya, mungkin menurut anda yang saya ceritakan hanya idealita mimpi, saya juga beranggapan demikian. Namun, apakah anda tidak mau mewujudkan mimpi ini dalam kenyataan? mari kita benahi, mulai dari titik ini, satu hal yang kecil namun berarti: cara pandang kita, mulailah menempatkan dokter dan pasien dalam hakikat posisi yg sebenarnya. Dokter dgn pasien, bukan pedagang dengan pembeli.

KESIMPULAN

Yah, lagi-lagi hanya bisa menyarankan…

Kepada para pasien: hubungan antara dokter dengan pasien bukanlah hubungan jual-beli. Kalau anda beli beras, bolehlah anda cukup amati berasnya saja. Tapi ini masalah nyawa, kenalilah dokter dan sakit anda sebelum menyerahkan raga anda. Peganglah selalu bahwa anda punya hak untuk memilih siapa dokter anda percaya, yang menjunjung tinggi 6 butir asas etika kedokteran diatas. Carilah dokter-dokter yang lurus dan benar, masih banyak dokter seperti itu di Indonesia, banyak dari mereka justru anda dapatkan bukan di RS mewah dan berkelas, hanya praktekan mungil di sudut jalan yang sepi terpencil. Jangan hanya mengamati dari mewah dan canggihnya iklan dan kesan. Pengobatan bukanlah benda yang diperjualbelikan, namun masalah kepercayaan.

Kepada para dokter dan penyedia layanan kesehatan: bertobatlah, kembalilah ke jalan yang benar. Lihatlah quote di baris paling atas — itu adalah kutipan sumpah anda ketika dilantik menjadi dokter; ingatlah bahwa hidup anda telah anda serahkan untuk kemanusiaan, bukan untuk bisnis atau nyambi bisnis. Kalau mau berbisnis, jadilah pedagang, bukan dokter.

Kepada para pembaca: mohon maaf sebesarnya bila ada salah kata yang meyakiti hati dan menyinggung perasaan. Ini hanya opini, bukan mencoba sok suci, sok idealis, tidak bermaksud menggurui atau menyinggung pihak manapun. Saya hanya dokter yang baru saja menetas, masih tertatih, mencoba untuk berjalan di jalan yang idealis. Mohon bimbingan dan koreksi agar saya tetap di jalan yang lurus dan benar.

Pelajaran ini berguna banget buat kita semua, karena kita ga pernah tau kpn kita akan sakit & mungkinkah kita selalu sehat.
Buat para member yang memang dari dunia medis, saya minta maaf bila tulisan ini ada yang menyinggung kalian tapi demi Tuhan bukan itu maksd saya. Saya hanya ingin berbagi hal yang bermanfaat buat kita semua.

10 November 2009

MENCARI BUKTI KESESATAN PEMIKIRAN MINARDI MURSYID

Pendahuluan
Drs. Minardi Mursyid, pimpinan Yayasan Tauhid Indonesia (Yatain) menulis sebuah makalah berjudul “Masyarakat Manusia di Planet Luar Bumi” di sebuah situs. Sebuah makalah yang mencoba membuktikan bahwa di planet luar bumi terdapat manusia seperti kita.
Sebelum kita lebih jauh membahas kesesatan makalah ini ada baiknya saya uraikan sedikit tentang Yatain ini. Yatain adalah sebuah yayasan yang kegiatan intinya adalah mengadakan pengajian-pengajian rutin di berbagai daerah di Solo dan sekitarnya. Secara pintas pengajian ini memang menarik karena dikemas dengan sajian teknologi tinggi. Seperti penggunaan laptop, handycam, LCD proyektor dan wall screen. Sebuah kemasan yang sangat jarang-jarang ditemukan di forum-forum pengajian di Solo.
Setiap pengajian dilaksanakan pasti direkam dan kemudian di-burn dalam CD dan dibagikan secara gratis kepada jama'ah pengajian. Sebuah kemasan pengajian yang tidak pernah dilakukan oleh siapapun, bahkan di perkuliahan magister sekalipun. Sebagaimana kita lihat dimana-mana lazimnya pengajian pasti berisi ceramah murni. Kalaupun ada yang memakai bantuan LCD pasti hanyalah beberapa. Itupun biasanya pengajian khusus yang diikuti oleh orang-orang khusus juga.
Awal saya mengenal Yatain adalah dari seorang wali murid SDIT Muhammadiyah al-Kautsar Gumpang Kartasura. Wali murid itu memberikan saya sebuah buletin yang berisi keraguan tentang kisah (mereka menyebutnya “dongeng”) Isra' Mi'raj. Saat itu saya tidak begitu memperhatikan makalah itu, meskipun saya mempertanyakan logika-logika yang ditampilkan di dalamnya.
Akan tetapi ketika tiba-tiba pengajian itu pindah di rumah tetangga dan saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Mbah Min (panggilan akrab jama'ah Yatain untuk Drs. Minardi Mursyid) menyampaikan pikiran sesatnya, saya pun gerah dibuatnya. Akhirnya bersama teman-teman aktivis se-kartasura saya membubarkan pengajian itu setelah sebelumnya diadakan dialog di kelurahan dengan mediasi bapak Camat Kartasura.
Dakwah Yatain ternyata tidak hanya terbatas pada pengadaan pengajian rutin di beberapa daerah. Mereka juga berani membeli jam siar di MQ FM Solo meskipun dengan harga yang tidak murah. Akan tetapi siaran itu hanya berjalan dua kali karena mendapatkan pertentangan dari MUI Solo dengan alasan menyebarkan ajaran yang meresahkan masyarakat.

Bukti Kesesatan
Sebenarnya mudah saja untuk membuktikan bahwa ajaran Mbah Min adalah sesat. Jika kita baca makalah tersebut dari awal sampai akhir maka tidak satupun kita menemukan kutipan hadits di sana. Akan tetapi jika makalah ini dibaca oleh orang awam memang bisa menyesatkan karena ia mengemasnya dengan bumbu logika. Meski makalah tersebut berjumlah 25 halaman (58.025 karakter), tetapi semuanya memakai ayat-ayat al-Qur'an sebagai dalil.
Makalah tersebut diawali dengan cercaan mbah Min atas kelambatan umat Islam dalam merespon setiap perkembangan teknologi. Umat Islam banyak yang hanya jadi penonton atas perkembangan teknologi yang ada. Tampak jelas di makalah tersebut (dan juga dalam ceramah-ceramahnya) mbah Min menyesalkan umat Islam yang masih saja menyitir ucapan Imam al-Bukhari dan ulama-ulama “kuno” lainnya karena kehidupan mereka jauh setelah Nabi meninggal.
Ia ingin mengajak umat Islam untuk memakai akal pikirannya sendiri dan tidak terpengaruh oleh doktrin-doktrin lama. Ia mengatakan:
”Sebenarnya sejak 15 abad yang lalu Al Qur’an telah menerangkan berbagai persoalan yang ada di jagad raya ini, cuma masalahnya sistem pendidikan yang selama ini diajarkan hanyalah berupa hafalan-hafalan sehingga pada umumnya anak didik kita banyak yang tidak bisa memahami tentang sesuatu. Seringkali orang dipaksa untuk percaya begitu saja secara taklid buta walaupun kadang-kadang keterangan yang disampaikan tidak sejalan dengan pemikiran secara wajar. Ironisnya para Sarjana kitapun masih banyak yang kurang kritis dan teliti, bahkan mereka juga mengikuti pemahaman ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu, sehingga posisi kita sering selalu ketinggalan, terutama dalam hal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.”
Makalah tersebut diawali dengan pembahasan tentang dunia, sama'/samawat dan dabbah. Kesesatan pertama langsung tampak pada saat ia membahas tentang dunia. Ia menyitir al-Qur'an surat al-Mulk (67): 5 sebagai berikut:
“Sesungguhnya kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat pelempar setan. Dan Kami sediakan mereka siksa Neraka yang menyela-nyala”
Inilah yang aneh, meski mbah Min menampilkan terjemahan dari tiga versi yakni dari Departemen Agama, Lembaga Percetakan Al Qur’an Raja Fahd di Madinah al Munawarah, dan terjemahan Prof. Mahmud Yunus, tetapi mbah Min menolak ketiga model terjemahan tersebut. Ia dengan sombongnya menerjemahkan sendiri ayat tersebut dengan akalnya.
Berikut terjemahan versi mbah Min:
“Dan sungguh Kami hiasi ANGKASA DUNIA = angkasanya semesta raya (langitnya semesta raya ini) dengan bintang-bintang (pelita-pelita) dan Kami jadikan dia (bintang-bintang itu) ancaman (rujuman) bagi setan-setan. Dan kami sediakan atas mereka siksa yang membakar”. (p.4)3

Selanjutnya mbah Min mengatakan: “Jika “sama’a dunya” diartikan dengan “langit yang dekat dengan Bumi” atau “langit yang hampir ke dunia” maka langit manakah yang jauh dari dunia, atau bahkan pengertian dunia seolah-olah hanyalah Bumi ini. Maka semestinya dia harus diartikan “angkasa dunia”, dia adalah angkasanya atau langitnya semesta raya ini dan bukan hanya langitnya Bumi.” (p.5)
Mbak Min ingin menegaskan bahwa langit yang ada adalah langitnya semesta alam, bukan hanya langitnya bumi. Di bagian lain mbah Min memahami bahwa langit yang dimaksud adalah seperti “longan” (kolong di bawah ranjang) yang tidak pernah diciptakan. Ia ada dengan sendirinya karena adanya bumi, sebagaimana longan yang ada karena adanya ranjang. Begitu bumi hilang, maka langit pun hilang. Sebagaimana jika ranjang hilang, maka hilanglah longan.
Barangkali mbah Min belum pernah membaca surat al-Baqarah (2): 29 bahwa langit itu diciptakan oleh Alloh.

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي اْلأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (Q.S. Al-Baqarah (2): 29).
Atau ayat sebelumnya yang menyatakan bahwa langit itu dijadikan Alloh sebagai atap bagi manusia.

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اْلأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلاَ تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Alloh, padahal kamu mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah (2): 22).
Dari ayat ini jelaslah bahwa langit bukanlah longan sebagaimana kata mbah Min. Bagaimana mungkin longan bisa menjadi atap? Apalagi bisa mengeluarkan air hujan? Dan di ayat lain dijelaskan pula bahwa langit pun bisa pecah saat Hari Kiamat datang (77:9; 82:1; 84:1). Langit pun mempunyai pintu-pintu (78:19). Jika langit dikatakan seperti longan, bagaimana mungkin ia bisa terbelah, apalagi mempunyai pintu?
Mbah Min juga mempertanyakan arti “rujuman lis syayâthin” yang diartikan sebagai pelempar syetan. Mbah Min mengartikannya sebagai ancaman bagi para syetan, bukan sebagai alat pelempar. Dengan kebodohannya ia mengatakan:
“Kapan Allah pernah melempar setan dengan bintang yang sangat besar itu? Padahal keadaan bintang itu sama dengan Surya (Matahari) kita, maka setan mana yang dilempar dengan benda sebesar itu.” (p.6)

Tampak jelas bahwa ia sama sekali tidak mendahulukan iman daripada logika. Mestinya iman tidak boleh dikalahkan oleh logika. Sebagaimana peristiwa Isra' Mi'raj Nabi yang dipertanyakan oleh Mbah Min dan orang-orang Inkarus Sunnah kebanyakan. Kita mestinya mencontoh sikap sahabat Abu Bakar r.a yang dengan lantang mengatakan:
“Kalau itu (peristiwa Isra' Mi'raj) yang mengatakan adalah Nabi, maka saya pasti percaya”
Dengan sikapnya itulah maka tidak berlebihan jika Rasulullah memberinya gelar ash-Shiddieq. Karena Abu Bakar telah mendahulukan imannya daripada akalnya. Meskipun barangkali akalnya tidak bisa mencerna peristiwa Isra' Mi'raj, tapi beliau tetap beriman dengan peristiwa itu, sebab Nabi tidak pernah berbohong. Bagaimana mungkin seseorang yang selama 40 tahun saja tidak pernah berbohong kepada manusia, kemudian ia berbohong atas nama Alloh?
Penafsiran rujuman lis syayatin sebagai pelempar syetan sudah menjadi kesepakatan ulama. Di dalam tafsir at-Thabary dijelaskan bahwa fungsi bintang itu ada tiga: sebagai penghias langit, sebagai pelempar syetan, dan sebagai alat untuk penanda arah. Di dalam surat al-Jin (72):8 juga dijelaskan tentang penggunaan bintang sebagai pelempar syetan. Yakni para syetan yang mencoba mencuri informasi dari langit.

وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا (8) وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَنْ يَسْتَمِعِ اْلآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا
“Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api. Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).” (Q.S. Jin (72): 8-9

Jadi jelaslah sudah bahwa selain sebagai hiasan dan alat penanda arah mata angin, bintang juga berfungsi sebagai alat untuk melempar para syetan yang mencoba mencuri informasi dari langit. Apa yang dikatakan oleh mbah Min adalah pengawuran yang luarbiasa.

***
Pembahasan kedua yang dilakukan oleh mbah Min adalah tentang sama'/samawat. Dalam pembahasan ini kembali mbah Min mengutarakan tafsiran ngawurnya. Dia menerjemahkan lafal sama' dengan seenak perutnya sendiri. Terkadang sama' diartikan sebagai atmosfir, terkadang diartikan sebagai tata surya, terkadang diartikan planet-planet, dan terkadang diartikan sebagai langit. (p. 9).
Penafsiran yang tidak konsisten tentang lafal sama'/samawat ini terjadi karena sejak awal mbah Min sudah tidak percaya dengan langit. Seperti yang saya utarakan di depan bahwa langit menurut mbah Min adalah “longan” yang meliputi setiap planet yang ada. Dimana ada planet maka di situ juga ada langit. Sehingga untuk mendukung argumennya ini ia memaksakan tafsiran sama'/samawat dengan berbagai arti.
Lebih lanjut mbah Min juga tidak percaya akan adanya langit lapis tujuh. Kalau memang langit lapis tujuh itu ada, mengapa sampai sekarang belum juga ditemukan? Begitu argumen yang ia utarakan.
Yang lebih lucu lagi adalah ketika mbah Min mengartikan Q.S. Nuh (71):16 . tampak sekali bahwa mbah Min ini memang tidak paham tata bahasa Arab, sehingga ia keliru dalam mengartikan lafal fihinna. Kata fihinna adalah dlomir yang kembali kepada samawat, tetapi oleh mbah Min diartikan sebagai bulan-bulan. Perhatikan uraian ngawurnya berikut:
“Kalau kita perhatikan pada Surat Nuh (71) ayat 15 dinyatakan bahwa Allah telah menciptakan tujuh Samawat itu bertingkat-tingkat. Memang keadaan planet-planet itu bertingkat-tingkat menurut garis orbitnya masing-masing. Kemudian pada ayat 16 dinyatakan DIA jadikan BULAN-BULAN padanya (fiihinna) berarti Bulannya banyak, padahal Bulan yang ada di Bumi ini hanyalah satu. Maka Bulan yang lain adalah Bulan dari masing-masing planet itu, karena tidak mungkin langit memiliki Bulan atau dikitari Bulan, karena itu yang dikitari Bulan pastilah planet-planet itu” (p.11).

Mbah Min juga mempertanyakan tafsiran Q.S. An-Naba' (78): 12 bahwa Alloh menciptakan tujuh yang kokoh. Menurut mbah Min, jelaslah sudah bahwa yang dimaksud tujuh yang kokoh bukanlah langit, melainkan planet seperti bumi ini. Sedangkan langit tidak mungkin kokoh.
Padahal al-Qur'an sendiri menjelaskan bahwa Alloh menciptakan langit tanpa tiang. Perhatikan ayat berikut:

“Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik”. (Q.S. Luqman (31): 10).

***

Pembahasan berikutnya yang dilakukan oleh mbah Min adalah tentang dabbah. Menurut mbah Min penafsiran dabbah dengan binatang melata adalah salah. Menurutnya dabbah tidak hanya sekedar binatang, tetapi juga manusia. Dia mempertanyakan penerjemahan yang dilakukan oleh Departemen Agama pada surat asy-Syuro (42): 29 sebagai berikut:

“Dan diantara Ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan)Nya ialah menciptakan langit dan Bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang DIA sebarkan pada keduanya. Dan DIA maha kuasa mengumpulkan apabila dikehendakiNYA.”

Menurut mbah Min ayat tesebut sebaiknya berarti:

“Dan dari Ayat-ayatNya ialah penciptaan Samawat (planet-planet) dan Bumi, serta yang DIA kembang biakkan pada keduanya (Samawat dan Bumi) dari dabbah (makhluk berjiwa) dan DIA atas pengumpulan ketika DIA kehendaki adalah menentukan.” (p. 14).

Memang kalau kita baca tafsir Ibnu Katsir, maka arti dabbah itu meliputi malaikat, manusia, jin, dan hewan-hewan. Dalam hal ini mbah Min ada benarnya, tetapi tidak mutlak. Karena ia masih beranggapan bahwa bagaimana mungkin dabbah bisa hidup di langit? Kalau dabbah hidup di planet pasti bisa. Padahal ayat tersebut menyebutkan langit dan bumi. Jadi tidak hanya menyebutkan langit saja. Sudah pasti yang hidup di langit adalah para malaikat dan yang hidup di bumi adalah manusia, jin dan binatang melata.

Penutup
Demikianlah, kalau dari awal sudah salah dalam memaknai, maka sampai kapanpun akan salah. Atau memang sengaja diarahkan ke arah yang salah? Wallahu a'lam.

Daftar Pustaka
Minardi Mursyid, Masyarakat Manusia di Planet Luar Bumi
Maktabah Syamilah
Alqur'an Digital
www.gurugo.blogspot.com

07 Oktober 2009

Agar Laptop Anda Bebas Virus

Laptop adalah barang yang sangat berharga bagi saya. Bahkan bisa dikatakan ia adalah istri kedua saya. Sehingga tidak jarang istri saya cemburu karena saya lebih banyak “memeluk” laptop saya daripada memeluknya. Karena merupakan barang penting bagi saya maka saya harus menjaganya semaksimal mungkin agar laptop saya selalu siap pakai dan siap dibawa kemana saja.

Salah satunya adalah menjaganya dari serangan virus. Saya sangat sedih jika laptop saya terserang virus. Dulu laptop ini pernah sekali terkena virus. Kalau tidak salah berasal dari flashdisk saya sendiri. Masalahnya saya kurang istiqomah untuk membersihkan flashdisk dari virus. Alhasil laptop saya tertular virus tersebut. Betapa sedihnya saya karena saya harus memformat seluruh partisi yang ada di laptop saya ini.

 Mengapa saya harus memformat semua partisi laptop saya? Karena virus yang masuk ke laptop saya susah dihilangkan. Saya sudah coba memformat partisi C: dan menginstal ulang OS. Kemudian saya menginstal anti-virus, tetapi ketika saya scan my computer, virus itu masih juga eksis. Alhasil jalan terakhir saya harus memformat seluruh partisi yang ada di laptop saya. Tidaklah mengapa karena saya masih punya backupnya di PC. Meskipun repot dan melelahkan karena saya harus mentransfer lagi sekian giga data dari PC ke laptop ini.

Alhamdulillah setelah saya menerapkan protap (prosedur tetap) jalur masuk dan keluarnya file atau proses copy-paste dari dan ke laptop sampai saat ini laptop saya masih bersih dari virus. Lalu apa yang musti dilakukan agar laptop kita bebas virus? Nah ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Installah laptop Anda dengan dual OS. Selain windows, laptop ini saya install OS linux, yakni BlankOn 4.0. Lalu mengapa kita musti menginstall linux di laptop kita? Begini, di dalam linux, jika kita memasukkan flashdisk ke laptop maka virus yang ada di flashdisk akan langsung kelihatan. Carilah file bernama autorun.inf, boot.exe atau file lain (biasanya berbentuk aplikasi) yang kita curigai sebagai virus dan hapuslah secara permanen dengan menekan shift+del. Virus-virus tersebut tidak bisa bekerja di linux, jadi kita bisa men-delete dengan mudah. Berbeda dengan windows. Pernah saya men-scan flashdisk saya di sebuah komputer dan dinyatakan clean, tetapi ketika saya cek di BlankOn ternyata virusnya masih ada. Ini terjadi karena sistem di komputer tersebut sudah terkontaminasi dengan virus tersebut.
  2. Jika file tersebut sudah kita delete permanen (pastikan bahwa dia tidak hanya masuk tong sampah flashdisk), tugas kita selanjutnya adalah mentransfer file yang kita butuhkan. Yang paling aman untuk mentransfer file lakukanlah di OS linux, karena virus tidak bisa bekerja di linux. Saran saya, apapun yang bisa dikerjakan di linux, kerjakanlah di linux. Tetapi jika tidak bisa barulah kita kerjakan di windows. Jika hanya butuh mengetik sebuah dokumen, bekerja dengan tabel, membuat presentasi biasanya saya kerjakan di linux. Tetapi jika ingin mendengarkan nasyid atau mengerjakan layout graphic saya kerjakan di windows.  
  3. Ingat, jangan pernah memasukkan flashdisk teman Anda di OS windows karena sangat rentan. Selama ini saya belum pernah menemukan virus yang bisa bekerja di linux. Virus yang saya temui selalu bekerja di windows. Jadi ketika kita masuk ke OS linux maka virus itu mandul.
  4. Meskipun kita sudah menginstal dual OS, jangan pernah meremehkan anti-virus di windows. Karena linux tidak bisa mengenali virus yang berbasiskan windows. Dalam mode linux kita hanya bisa men-delete virus yang me-launch dirinya sendiri. Dan biasanya virus ini ada di root flashdisk jadi mudah ditemukan. Nah, untuk membasmi virus yang ada di folder atau di sub-folder kita musti menggunakan anti-virus. Saya sendiri menginstal dua anti virus yakni ANSAV dan PCMAV. Saya suka ANSAV karena begitu flashdisk kita masukkan ke port USB, dia langsung men-scan flashdisk secara otomatis.
  5. Jangan pernah meminjamkan laptop Anda tanpa pengawasan dari Anda. Bukannya saya mengajari Anda untuk pelit, tetapi demi keamanan data Anda hal ini perlu dilakukan. Kecuali jika dia adalah teman karib Anda dan setia dengan protap yang Anda terapkan. Tetapi jika dia adalah teman yang Anda tidak begitu yakin dengan sikap amanahnya maka Anda perlu “mendampingi” laptop Anda. Karena siapa tahu dia meng-copy file dari laptop Anda lewat windows. Itu artinya ia menyebarkan virus dari flashdisknya ke laptop Anda.
  6. Jangan pernah lelah untuk restart dan restart dalam berpindah dari windows ke linux maupun sebaliknya. Demi laptop yang bersih dari virus memang butuh kesabaran. Oleh karena itu Anda perlu meng-install program super fast shutdown dan super fast reboot agar jalannya shutdown atau reboot tidak bikin bete. Kecuali jika Anda menginstal deep freeze di windows Anda. Tetapi pengalaman saya menginstal deep freeze tidaklah mengenakkan. Apalagi di laptop. Kita dibuat ribet dengannya jika ingin menginstal program baru atau mendownload sesuatu. Bukankah biasanya hasil download-tan kita diletakkan di desktop? Sehingga jika kita lupa memindahkan, maka file itu akan hilang jika laptop kita restart.
  7. Jangan lupa untuk meng-update antivirus Anda dan men-scan laptop Anda secara berkala.  

Demikian hal-hal yang perlu kita lakukan agar laptop kita terbebas dari serangan virus. Ini adalah sebuah upaya, adapun jika ternyata masih juga ada virus yang masuk ke laptop kita anggap saja sebagai takdir dari Alloh :). Selamat mencoba. Semoga Sukses! (gurugo.blogspot.com). 

NB: Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.

12 September 2009

Mari Belajar Berniat

“Belajarlah niat, karena niat lebih penting daripada amal …Berapa banyak amal yang remeh menjadi besar gara-gara niat dan berapa banyak amal yang besar menjadi remeh gara-gara niat.”

Demikian para ulama menasehati kita tentang urgensi niat dalam setiap aktivitas kita. Tanpa niat, amal yang kita lakukan akan sia-sia. Dengan niat pun, kalau salah dalam meniatkan, pasti akan merusak pahala amal kita. Tentu kita masih ingat bagaimana diseretnya tiga golongan orang ke dalam neraka karena salah menata niat. Mereka adalah orang yang berjihad di jalan Allah, tetapi ingin disebut pahlawan; orang yang pandai membaca al-Qur'an tetapi ingin disebut qari'; dan orang yang suka berderma, tetapi ingin disebut dermawan.

Aktivitas mencari uang yang kita lakukan sehari-hari akan bernilai ibadah jika dilakukan dengan niatan menjaga diri dari hal-hal yang haram dan mencari hal-hal yang halal juga thayyib. Bahkan, dan ini sangat mengagumkan, menyalurkan nafsu syahwat kepada yang halal saja akan diberi pahala Allah, karena berniat menghindarkan diri yang penyaluran yang haram.

“’Dalam persetubuhan salah seorang di antara kalian terdapat shadaqah’. Mereka bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah salah seorang di antara kami melampiaskan birahinya dan dia mendapat pahala karenanya?’ Beliau menjawab, ‘Bagaimana menurut kalian jika dia meletakkannya pada yang haram, apakah dia mendapat dosa? Begitu pula jika dia meletakkannya pada yang halal, maka dia mendapat pahala’.” (HR. Muslim)

Setelah kita menata niat kita, maka hal berikutnya yang perlu kita benahi adalah tentang keikhlasan dalam beramal. Jika niatnya bagus, amalnya bagus tetapi tidak disertai dengan keikhlasan, maka hal ini akan menghambat pahala dari Allah.

Ada sebuah ungkapan bagus yang mengatakan: "seseorang akan terganjal masuk masuk surga, kecuali ia muslim. Seorang muslim akan terganjal masuk surga, kecuali ia mukmin. Seorang mukmin akan terganjal masuk surga, kecuali ia 'amil (orang yang beramal). Dan seorang 'amil akan terganjal masuk surga, kecuali jika ia mukhlis.

Ungkapan ini sejalan dengan sabda nabi SAW: “Allah Azza wa Jalla tidak menerima amal kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas dalam mencari keridhaan-Nya semata.” (HR. Abu Daud dan Nasa’i).

Sekarang mari kita mencoba menarik masalah ini ke forum mulia ini. Ada beberapa macam niat orangtua dalam menyekolahkan anaknya di SDIT Muhammadiyah al-Kautsar. Diantaranya karena kepraktisan (sekolah sekalian titip anak), ingin 'bebas' dari anaknya, ingin pamer, ingin anaknya pandai dunia-akherat, dan lain sebagainya.

Orangtua yang mempunyai niat 'sekedar' titip anak, maka ia pun hanya akan mendapatkan hal itu. Tetapi jika ia meniatkan agar anaknya kelak menjadi pribadi yang smart and sholih, maka itulah yang mudah-mudahan akan didapatkannya. Dan, selain mendapatkan anak yang sesuai dengan harapannya, ia pun akan mendapatkan pahala dari Allah karena memberikan pendidikan yang terbaik buat anaknya.

Orangtua yang 'sekedar' titip anaknya ke sekolah akan sangat puas jika ia mendapati anaknya 'dirawat' dengan baik di sekolah. Meskipun belajarnya amburadul dan prestasinya jeblok. Ia lebih memilih marah melihat merahnya telinga anaknya akibat dijewer gurunya daripada melihat merahnya angka di raport anaknya.

Sebaliknya orangtua yang serius memberikan pendidikan terbaik untuk anaknya akan selalu mengontrol perkembangan pendidikannya. Ia tidak begitu peduli jika anaknya pulang dengan kulit yang membiru atau menghitam asalkan nilai di raport anaknya juga membiru atau menghitam.

Akhirul kalam, marilah dari sekarang kita belajar menata niat kita. Karena niat lebih penting daripada amal. Rasulullah SAW bersabda:

“Allah Azza wa Jalla berfirman, “Jika hamba-Ku hendak mengerjakan suatu keburukan, maka janganlah kalian (para malaikat) menulisnya sebagai dosa hingga dia mengerjakannya. Jika sudah mengerjakannya, maka tulislah satu dosa yang sama dengannya, dan jika dia meninggalkannya karena Aku, maka tulislah satu kebaikan baginya. Dan, jika dia hendak mengerjakan satu kebaikan namun belum mengerjakannya, maka tulislah satu kebaikan baginya. Jika dia sudah mengerjakannya, maka tulislah baginya sepuluh (pahala) kebaikan yang serupa dengannya hingga tujuh ratus kebaikan”. (Diriwayatkan Al-Bukhary dan Muslim)

“Barangsiapa menghampiri tempat tidurnya, sedang dia berniat hendak bangun untuk shalat dari sebagian waktu malam, namun dia tertidur hingga pagi hari, maka ditetapkan baginya seperti yang diniatkannya, dan hal itu merupakan shadaqah atas dirinya dari Rabbnya.”

Wallahu a'lamu bish-showaab.

*) Materi disampaikan pada acara pertemuan Wali Murid Baru SDIT Muhammadiyah al-Kautsar. Sabtu, 26 April 2008.

(www.gurugo.blogspot.com)

MENGAPA ORANG GILA SELALU SEHAT?

Pernahkah kita berpikir, mengapa orang gila selalu sehat? Beberapa kali saya berusaha memikirkan mengapa orang gila tidak pernah sakit? Tidak pernah saya melihat sekali pun ada orang gila kerokan di pinggir jalan, meminum obat, memakai koyok, atau bahkan sakit gigi sekalipun. Jawabannya adalah KARENA MEREKA TIDAK PERNAH STRESS!!!

Ya. Saya tidak sedang bercanda. Orang gila tidak pernah sakit karena mereka tidak pernah stress. Mereka tidak pernah berpikir macam-macam. Makanan apa pun mereka makan. Tidak seperti kita. Sudah ada ayam goreng, masih mencari sate kambing. Sudah ada soto kerbau, masih mencari pizza, hotdog, dan lain sebagainya. Sedangkan orang gila tidak pernah minta makanan macam-macam. Makanan apapun asal namanya makanan tetap mereka makan. Bahkan nasi basi pun mereka makan.

Kedua, orang gila itu selalu qona'ah. Mereka itu triman. Narimo ing pandum, bahasa jawanya. Menerima apa pun pemberian Alloh kepadanya. Tidak pernah menuntut macam-macam. Tidak seperti kita. Sudah diberi sepeda, masih minta motor. Sudah punya motor, masih minta mobil. Rumah sudah bagus, masih saja selalu merasa ada yang kurang. Akhirnya beli ini beli itu, renovasi ini renovasi itu. Ujungnya hutang sana sini untuk kebutuhan tersebut. Nah, ketika hutangnya sudah menggunung, jatuh sakitlah dia.

Orang gila itu entah punya pakaian ataupun tidak, mereka santai saja. Kalau mengantuk, ya tidur saja. Mereka tidak butuh tikar, apalagi kasur atau springbed. Ada lho diantara kita yang tidak bisa tidur di atas tikar. Gara-garanya karena sudah terbiasa tidur di springbed. Tidur tanpa AC juga tidak bisa.

Orang gila jarang sakit juga adalah karena mereka selalu berbahagia. Nyatanya mereka tampak selalu tersenyum. Betul kan? Orang yang selalu tersenyum pasti hatinya bahagia dan tenteram. Everething is running well, bahasa kerennya. Semuanya berlalu dengan baik-baik saja. Tidak pernah ada masalah. Kalaupun ada masalah, dia menganggap itu sebagai hiburan yang menyenangkan. Makanya dia senantiasa tersenyum.

Nah, kalau kamu semua ingin selalu sehat jadilah “orang gila”. Maksud saya, hiduplah dengan qona'ah, narimo, tidak usah punya keinginan macam-macam dan selalulah tersenyum. Mudah-mudahan kamu sehat selalu. Ok! ☺(www.gurugo.blogspot.com)

25 Agustus 2009

BlankOn: Open Source yang Luar Biasa!*)

Pendahuluan
Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kebutuhan akan software gratis mutlak dibutuhkan oleh masyarakat dunia, khususnya masyarakat di negara kita, Indonesia. Berkaitan dengan membengkaknya harga dolar yang secara otomatis diikuti dengan membengkaknya harga software, membuat para pemakai komputer kelabakan. Tidak memakai komputer membuat mereka stress, sedangkan kalau memakai software bajakan takut terjaring oleh sweeping dari pihak kepolisian.
Oleh karena itu dibutuhkanlah sebuah software alternatif yang mampu menjawab kebutuhan mereka. Pertama, kebutuhan akan pemakaian komputer bisa terpuaskan. Kedua, mereka tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk kepentingan dan hasil yang tidak jauh beda. Untuk itulah open source hadir. Diantaranya yang sukses mengalami ketenaran adalah Linux, lebih khusus lagi adalah Ubuntu (Operating System) dan OpenOffice (Word Processor).
Sejak dikembangkan oleh Linus Torvalds pada tahun 1991, GNU/Linux mengalami perkembangan yang cukup menggembirakan para penggemar Open Source. Para IT di seluruh dunia bersama-sama bekerja sama untuk mengembangkan sistem operasi gratis ini, sehingga muncullah pesaing berat bagi Microsoft. Diantara distro linux yang paling digemari oleh masyarakat dunia adalah Ubuntu. Bahkan saking banyak penggemarnya, muncullah komunitas-komunitas dan forum-forum pengguna Ubuntu di seluruh dunia.

BlankOn
Dari beberapa varian Ubuntu yang saya coba install, hanya BlankOn sajalah yang membuat saya puas. Saya pernah menginstall Ubuntu 7.4 Festy Fawn, Ubuntu Muslim Edition, Nusantara 3, dan Ubuntu 8.10 Gutsy Gibbon, tetapi tidak satupun yang membuat saya puas. Terkadang sound-nya tidak bunyi, atau repro yang repot cara instalnya, dan lain sebagainya.
Tetapi ketika saya mendapatkan CD BlankOn 4.1 Meuligoe, saya betul-betul puas. Distro buatan ahli-ahli IT dari Indonesia ini diinstall di komputer manapun, termasuk di laptop saya yang terbaru (Acer Aspire 4535), selalu tampil sempurna. VGA bagus, sound jalan dengan baik, pemutar lagu dan film juga bisa dinikmati. Meskipun memang kualitas suaranya masih jauh dari Windows. Sound hasil BlankOn jauh lebih kecil dibanding Windows, meskipun volumenya sudah saya besarkan.

BlankOn dan Windows
Berikut saya paparkan kelebihan BlankOn dibanding Windows.
  1. BlankOn lebih mudah cara installnya. Tidak seperti windows yang butuh waktu berjam-jam untuk menginstal.
  2. Untuk menginstal BlankOn anda tidak ditanyakan nomor serial. Sedangkan jika anda menginstal Windows anda harus sudah menyiapkan nomor serialnya.
  3. Dengan menginstal BlankOn saja anda sudah bisa menggunakan komputer untuk kebutuhan minimal. Seperti mengetik naskah, memutar film, mendengarkan lagu, membuat desain grafis, dan mengedit foto. Tetapi jika dengan Windows, anda masih perlu untuk menginstall Microsoft Office, Winamp, Jet Audio, CorelDraw, dan PhotoShop.
  4. Loading BlankOn lebih cepat dibanding Windows.
  5. Yang jelas anda tidak perlu keluar uang banyak untuk menggunakan BlankOn. Paling-paling anda hanya butuh uang (maksimal) Rp. 5.000,- untuk meng-copy CD installer-nya. Tetapi jika anda menggunakan Windows, minimal anda harus keluar sejumlah Rp. 800.000,-. Berapakah perbandingannya?
  6. Memakai BlankOn tidak perlu takut-takut menghidupkan laptop dimana saja. Tetapi jika anda memakai Windows (yang bajakan tentunya) maka anda akan lihat situasi dan kondisi sekitar. Pernah ada seorang teman yang tidak berani menghidupkan laptopnya ketika ia sedang di Jerman. Karena ia sadar Windows-nya tidak original.
  7. Dengan memakai BlankOn otak anda akan senantiasa terpakai, karena anda diharuskan untuk menghafal string-string perintah di terminal. Berbeda jika anda memakai Windows, otak anda akan menganggur. Karena semua tinggal klik dan klik saja. Itu berarti dengan memakai BlankOn anda akan lebih pandai. Bukankah semakin sering otak digunakan maka ia akan semakin berkembang?
  8. Anda akan merasa nyaman untuk surfing. Karena anda menggunakan operating system yang legal. Tetapi jika anda menggunakan Windows (yang bajakan), maka anda akan was-was, siapa tahu suatu saat Windows anda diblokir oleh Microsoft. Dan itu berarti anda musti menginstall ulang komputer anda.
  9. Dengan memakai BlankOn berarti jiwa sosial anda terbangun dengan baik. Karena BlankOn adalah bagian dari Open Source yang dari kita oleh kita dan untuk kita semua.

Penutup
Bersyukurlah ada Open Source yang telah menyelamatkan kita dari kejahiliyahan. Seandainya semua orang berpikiran sama dengan Bill Gates, bahwa apa-apa harus dinilai dengan uang, maka niscaya bangsa kita akan ketinggalan jauh dari bangsanya Bill Gates. Saya tidak mengatakan kepada anda untuk membenci Microsoft. Silahkan bagi anda yang berkantong tebal untuk memakai jasa software dari Microsoft. Karena itu sah-sah saja anda membeli produk mereka. Toh Open Source bukanlah software terbaik. Masing-masing punya kelebihan dan kelemahan.
Bagi anda yang tidak punya budget yang besar untuk membeli software, maka Open Source adalah pilihan yang sangat baik. Atau bagi anda yang lebih mementingkan membeli yang lain daripada membeli software, maka Open Source adalah pilihan yang bijak. Anda bisa mengalokasikan uang anda ke pos yang lain, seperti pendidikan anak, membantu fakir miskin, kesehatan anda, dan lain-lain daripada membeli software yang sebenarnya bisa kita dapatkan secara gratis dan tidak melanggar hukum. Semua pilihan itu ada di tangan anda.

*) Makalah ini saya buat untuk mengikuti lomba Open Source Software, tetapi tidak menang. Ya sudah akhirnya saya tampilkan di sini. Mudah-mudahan bermanfaat. Amiin

16 Juli 2009

Cara Memanage BandWidth di Hotspot dengan NetCut dan AntiNetCut

Author: Ardath Prahara Setyan · Published: July 15, 2009 · Category: Algoritma, Pemograman, Tool, Aplikasi Perkantoran dan Teknik, Aplikasi Server, Hardware Komputer, Internet dan Web, Jaringan Komputer, Keamanan dan Hacking, Manajemen dan Kebijakan TI, eLearning dan eEducation 



Salah satu cara untuk memiliki akses internet gratis yaitu dengan memanfaatkan layanan free hotspot yang sekarang banyak tersedia di tempat-tempat atau bangunan2 public/semi public, seperti di mal, cafe, kampus, perkantoran, dll. Bagi yang belum tahu apa itu hotspot dan bandwidth silahkan baca sendiri di wikipedia.org ya..! 

Sesuia dengan judul dari postingan ini yaitu Cara Menage BandWidth di Hotspot dengan NetCut maka saya akan menunjukkan satu trik atau cara bagaimana manage atau menguasai bandwidth dalam suatu area hotspot. Seperti yang mungkin sudah Anda tahu bahwa semakin banyak orang yang mengakses/menggunakan internet dalam suatu area hotspot maka akan semakin lambat pula kita dalam mendonwload, mengupload maupun membuka suatu halaman situs. Kenapa? karena jatah bandwidth akan dibagi kepada setiap orang yang mengakses internet dalam area hotspot tersebut.

Ada sebuah software yang dapat kita gunakan untuk mengontrol akses internet seseorang dalam suatu area hotspot. Nama software tersebut adalah netcut, dengan software netcut Anda akan punya otoritas untuk memutus akses internet orang lain yang ada dalam satu jaringan hotspot dgn Anda. Jadi Anda bisa bertindak selayaknya seorang server yang bisa menentukan siapa yang boleh dan tidak boleh mengakses internet dalam suatu area hotspot. Dengan begitu Anda bisa menguasai seluruh jatah bandwidth yang ada, sehingga Anda bisa lebih cepat membuka sebuah halaman situs serta mendonwload atau mengupload sebuah file di internet.


Penggunaan sofware ini sangat mudah, Anda tinggal donwload softwarenya di SINI, kemudian instal lau restart komputer Anda dan setelah itu jalankan softwarenya. Waktu softwarenya dijalankan maka secara otomatis software tersebut akan mendeteksi seluruh komputer yang sedang online dalam jaringan hotspot yang sedang Anda gunakan (lihat gambar di atas). Untuk memutus akses internet seseorang dalam jaringan hotspot tersebut, Anda tinggal pilih dan klik Cut Off. Kalau mau mematikan/memutus akses internet ke semua pengguna dalam area hotspot tersebut termasuk Anda, maka tinggal putuskan (Cut Off) GateWay IP nya yang ada di kolom sebelah kanan.

Oh iya, kalau gak salah software netcut ini juga bisa dipakai di jaringan LAN, seperti di warnet. Saya sendiri belum mencobanya, jadi Anda coba sendiri ya..! dan kalau sudah, jangan lupa untuk memberikan laporannya di sini, Ok! Selamat mencoba, dan semoga berhasil.

Seperti halnya sebuah penyakit, pada umumnya memiliki obat atau penangkalnya masing2. Begitu juga dengan netcut. Nama software penangkalnya sendiri tidak jauh-jauh dari nama penyakitnya, yaitu Anti Netcut.

Dengan menggunaka antinetcut, maka dijamin Anda akan terhindar dari orang-orang iseng yang menggunakan netcut untuk mengusai bandwidth atau sekedar ingin mengerjai user lainnya. Bahkan kita bisa mengetahui siapa yang sedang menggunakan/menjalankan netcut dalam jaringan tersebut.

Intinya pake Anti Netcut dan kalau mau klik di download di bawah ini…

Download : klik disini saja yah [ Download AntiNetCut Sekarang ]

Artikel ini diambil dari www.ilmukomputer.org